Kadang, menerima dengan lapang dada karena kehilangan sesuatu emang ga semudah bilang I-K-H-L-A-S gitu aja. Jangankan ketika kita kehilangan sesuatu yang sudah jadi milik, untuk sesuatu yang-baru-mau-jadi milik tapi tetiba puff~ kesempatannya hilang gitu aja sudah seringkali kita sesali dengan kata "seandainya..." atau "harusnya..."
😔😔😔
Postingan ini ditulis sebagai curahan patah hati seorang manusia biasa yang ternyata ga tegar-tegar amat, seandainya lemah Iman dan tanpa bimbingan Tuhan.
Jadi mohon maaf kalau ada beberapa kalimat emosional dan atau penyertaan gambar-gambar kurang senonoh yang di upload disini. Ini bagian dari pendewasaan diri menghadapi tamparan-tamparan tantangan duniawi yang semoga aja jadi bekal muhasabah diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi di tahapan selanjutnya.
Apalah.
Jujur aja saya selalu baper tiap ingat momen ini. Ada rasa trauma, ketakutan macem parnoan lah gitu, bahkan untuk pertama kalinya merasa "sendirian" -sekali lagi kalau seandainya ga (meng)ingat(kan) diri bahwa uluran kasih sayang Tuhan itu Maha Dahsyat, sungguh, La tahzan innallaha ma'ana itu nyata.
Berawal dari sebab, yang menjadikan sesuatu itu "terlihat" logis. Pasca kondangan marathon tiap minggu di lokasi yang beda dan jauh-jauh, saya ngerasa badan saya drop, padahal saya bukan tipe orang yang gampang "pegelan" kalau urusan perjalanan panjang. Gatau kenapa antibodi menurun bikin pilek batuk never ending yang cukup ngebosenin, sampai ngabisin hampir 4 botol obat drugstore dan hampir sebotol obat warungan yang akhirnya bikin saya penasaran nyobain testpack.
😔😔😔
Postingan ini ditulis sebagai curahan patah hati seorang manusia biasa yang ternyata ga tegar-tegar amat, seandainya lemah Iman dan tanpa bimbingan Tuhan.
Jadi mohon maaf kalau ada beberapa kalimat emosional dan atau penyertaan gambar-gambar kurang senonoh yang di upload disini. Ini bagian dari pendewasaan diri menghadapi tamparan-tamparan tantangan duniawi yang semoga aja jadi bekal muhasabah diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi di tahapan selanjutnya.
Apalah.
Jujur aja saya selalu baper tiap ingat momen ini. Ada rasa trauma, ketakutan macem parnoan lah gitu, bahkan untuk pertama kalinya merasa "sendirian" -sekali lagi kalau seandainya ga (meng)ingat(kan) diri bahwa uluran kasih sayang Tuhan itu Maha Dahsyat, sungguh, La tahzan innallaha ma'ana itu nyata.
Berawal dari sebab, yang menjadikan sesuatu itu "terlihat" logis. Pasca kondangan marathon tiap minggu di lokasi yang beda dan jauh-jauh, saya ngerasa badan saya drop, padahal saya bukan tipe orang yang gampang "pegelan" kalau urusan perjalanan panjang. Gatau kenapa antibodi menurun bikin pilek batuk never ending yang cukup ngebosenin, sampai ngabisin hampir 4 botol obat drugstore dan hampir sebotol obat warungan yang akhirnya bikin saya penasaran nyobain testpack.
Ada tujuh milyar manusia di bumi ini. Masa itu fikirku kenapa Tuhan memilih hatiku untuk tetap ditempatkan disebelahmu yang tidak bisa kulihat sewaktu-waktu. Ah, tapi tenang saja. Toh, kita tidak hidup di zaman medieval di mana kerinduan mesti diretas oleh surat yang harus menyebrangi lautan. Kerinduan kita hanya perlu ditanggulangi oleh jempol yang mengetik di layar ponsel. Kita saling menyemangati di kala pagi datang dan saling mendoakan ketika malam tiba, Itu sudah lebih dari cukup.
Mungkin kau dan aku bukan ditakdirkan untuk jatuh cinta yang hanya untuk berjalan di dalamnya; menikmati waktu melambat hingga Tuhan mempertemukan kau dan aku. Maka kita berhenti mengutuk soal kenapa kita berdua hidup di tempat berbeda yang begitu jauh, dan mulai mensyukuri betapa benar perjumpaan kita indah adanya.
Aku berusaha menjaga janji yang kita berdua pernah ukir. Aku harap kau pun begitu.
Aku berusaha menjaga janji yang kita berdua pernah ukir. Aku harap kau pun begitu.
Tak usah khawatir...
Jarak terjauh kita hanyalah tentang "waktu".
Tabungan terindah kita adalah "rindu".
Jarak hanyalah satu titik kecil tak berarti.
Rindu adalah satu koma yang takkan menghentikan kalimat tentang kau dan aku.
-GARIS WAKTU, FIERSA BESARI-
7 tahun bukan masa yang singkat bagi kami untuk saling mengenal, hari-minggu-bulan-tahun menjadi deretan angka-angka yang menyaksikan betapa waktu melambat di kala rindu dan begitu cepat waktu berlalu saat bertemu. Seperti kebanyakan pasangan umumnya, dua tahun pertama kami lewati dengan bunga-bunga cinta bermekaran, dunia serasa milik berdua, kemana-mana selalu bersama. Tapi mana sangka tahun-tahun berikutnya alasan jarak lah yang kemudian mendewasakan, lebih tepatnya hanya berusaha untuk tetap terbiasa bahagia walau cukup berada di bawah naungan langit yang sama.
Rindu bukan diciptakan oleh jarak, tapi oleh perasaan.
Rindu ditemukan bukan karena dia jauh, tapi karena ia ada dan telah menyatu di dalam kamu.
Rindu bukan diciptakan oleh jarak, tapi oleh perasaan.
Rindu ditemukan bukan karena dia jauh, tapi karena ia ada dan telah menyatu di dalam kamu.
Meski tanpa memutus, intensitas tatap muka tentu saja mulai tergerus. Semenjak jarak membentang ketemu makin jarang-jarang, awal hubungan-jarak-jauh dua bulan sekali masih usaha biar ketemu, sampai terakhir pasrah aja dalam setahun cuma sempat ketemu dua kali (kalau ga salah ingat), itu juga lapak kencan nya numpang cuma kalau lagi ada kondangan temen 😪. Ga perlu salut dulu deh, karena sebenarnya gelora cinta kami ga sekalem itu hahahahahaha
Jangan heran dan ngajuin pertanyaan "emang itu hati ga kernyat-kernyit pas ga ketemu-ketemu?", duh, sama kok, manusia biasa. Tapi mungkin banyak yang ga tau kalau selama LDR itu justru pintu "pendekatan" lainnya justru semakin terbuka. Kalau dulu si Abang punya kesempatan ketemu Abah cuma sekali-kali di pengajian tahunan, justru waktu "jaga jarak" ini dia jadi sering main kerumah, malah akhir-akhirnya hampir tiap bulan ngapelin Abah. Iya, ketemunya cuma sama Abah. Sudah tradisi, buat Abah ga ada agenda ditinggal ngobrol dua-duaan di dalam rumah, malah seringnya kalau sekeluarga lagi solat berjamaah aja trus ada tamu laki-laki sms/nelp Abah berkabar sudah didepan rumah, jamaah wirid pun langsung refleks dibubarkan, anak-bini dipingit dikamar masing-masing. Dalam kasus kami, lucunya, walaupun kadang-kadang ga sengaja papasan ketemu pas di sekitaran dalam rumah, jangankan saling sapa, saling ngelirik aja engga. Well, jadi jelas sebenarnya bukan ga ada kesempatan sama sekali buat kita berdua nyempetin ketemu, cuma kayaknya ga ada alasan yang berarti buat merusak apa yang mulai berjalan baik. Itu aja.
Jangan heran dan ngajuin pertanyaan "emang itu hati ga kernyat-kernyit pas ga ketemu-ketemu?", duh, sama kok, manusia biasa. Tapi mungkin banyak yang ga tau kalau selama LDR itu justru pintu "pendekatan" lainnya justru semakin terbuka. Kalau dulu si Abang punya kesempatan ketemu Abah cuma sekali-kali di pengajian tahunan, justru waktu "jaga jarak" ini dia jadi sering main kerumah, malah akhir-akhirnya hampir tiap bulan ngapelin Abah. Iya, ketemunya cuma sama Abah. Sudah tradisi, buat Abah ga ada agenda ditinggal ngobrol dua-duaan di dalam rumah, malah seringnya kalau sekeluarga lagi solat berjamaah aja trus ada tamu laki-laki sms/nelp Abah berkabar sudah didepan rumah, jamaah wirid pun langsung refleks dibubarkan, anak-bini dipingit dikamar masing-masing. Dalam kasus kami, lucunya, walaupun kadang-kadang ga sengaja papasan ketemu pas di sekitaran dalam rumah, jangankan saling sapa, saling ngelirik aja engga. Well, jadi jelas sebenarnya bukan ga ada kesempatan sama sekali buat kita berdua nyempetin ketemu, cuma kayaknya ga ada alasan yang berarti buat merusak apa yang mulai berjalan baik. Itu aja.
The rule is: There's no personal competition, when you're manifesting your own lane.
You will never need to overextend yourself for what's already yours.
You will never need to overextend yourself for what's already yours.
💙💙💙
Setia itu seperti ini, sejauh apa langkah ini berjarak ribuan kaki, sekuat apa hati ini mencari pengganti, pasti menemukan jalan kembali. Karena pada akhirnya yang terpenting adalah muhasabah diri, bahwa yang telah bersedia menemani perjuangan dari nol lah yang hadirnya patut disyukuri.
Setia itu seperti ini, sejauh apa langkah ini berjarak ribuan kaki, sekuat apa hati ini mencari pengganti, pasti menemukan jalan kembali. Karena pada akhirnya yang terpenting adalah muhasabah diri, bahwa yang telah bersedia menemani perjuangan dari nol lah yang hadirnya patut disyukuri.
Meski sempat tak tahu langkah mana yang harus dijalani, tetaplah memilih meneruskan langkah. Jika ditanya kenapa saling memilih? Itu karena Allah telah menghadirkan seseorang yang tengah menunggu dan berjuang memantaskan diri. Walau jodoh tetap rahasia Allah, yang perlu diyakini adalah sehebat apapun setia, selama apapun menunggu, sekeras apapun bersabar, berharaplah kelak semua ditetapkan dengan ganjaran terbaik.
Tetaplah dihatiku dengan kesan yang baik, menghangatkan jarak tentang sebuah cinta, jadilah pelindung ketidakmampuanku dalam menjaga prasangka. Tolong bantu aku hingga waktu terlelahmu datang. Aku menunggu, kamu siap menuju.
-MELODY DALAM PUISI, PANJI RAMDANA-
Dulu, ga cuma sekali-dua yang pernah nyindir tentang hubungan ini. Entah semacem cuma buat nyinyir bahan becandaan yang umum sampe yang nyeri di hati bikin ngulum senyum; "Kalian serius ga sih? kapan nih halalnya", "Ngapain sih pacaran lama-lama banget, takut ntar ujungnya cuma ngejagain jodoh orang", "Duh, hubungannya bertaun-taun, kalau ngambil cicilan udah lunas tuh kreditan helikopter", "Mentok amat, emang ga punya pilihan?", hahahahaha SABAR. Iya, sabar lagi. karena kalau sabar aja bisa jadi pengendali protesnya hati, kenapa sabar ga bisa menyelamatkan dari protesnya komentar orang?
Pertama,
Menikah itu komitmen jangka panjang. Bukan pilihan sederhana kalau ngebet menikah cuma gara-gara sudah lulus kuliah, apalagi karena temen-temen pada nikah. Menikah itu tentang kesamaan visi dan misi, keyakinan bahwa jika berdua segalanya akan lebih baik dalam konteks seperti apa, dan sudah matang kah kemampuan diri sendiri menjadi dan untuk membawa ketenangan bagi pasangan kelak. Bukan cuma karena dianggap sudah kenal bertahun-tahun lantas semuanya sudah baku membaur jadi satu kepala, dan bukan juga berarti ditahan berlama-lama karena hati belum mantap. Menunggu itu memang bukan pekerjaan menyenangkan, tapi terkadang yang disebut keberanian adalah kesabaran dengan penuh harap untuk mampu bertahan lebih lama sambil terus memperbaiki diri. Semua akan melangkah ke pelaminan pada akhirnya, tapi ga semua kisah perjalanannya sama, jadi hanya karena caranya berbeda bukan berarti hubungan ini tersesat. Bukankah jodoh sudah tertera meski dipercepat atau terlambat? Mungkin menunggu adalah hal berat, tapi ini bukan tentang menunggu tanpa kepastian, ini tentang menikmati masa berjalan hingga masa tunggu itu usai disaat tepat. Simply, Ini perkara perjanjian Tuhan, dengan waktu yang sudah ditentukan.
Kedua,
Ketiga,
"Udahlah.. tinggalin aja, bangun hubungan baru sama orang lain yang masih bisa disusun dari awal lagi daripada nerusin yang sudah rumit begini. Ya bukan apa-apa sih kasian aja kalian stuck berdua." Mendesir rasanya ketika mendengar orang lain memberiku atau memberinya saran "menyudahi dengan singkat" hubungan yang kami bina. Setiap hubungan punya masalah, tapi bukan serta merta kemudian dengan mudahnya jalan pintas yang ditawarkan adalah memberi umpan salah satu diantaranya dengan pasangan baru. Gini lho, darimana bisa disebut solusi, ketika sebuah masalah yang menggantung ditimpa dengan memupuk akar masalah baru? Bukan sebal karena diingatkan masing-masing dari kita masih punya kesempatan memilih, dimana logikanya ketika seseorang bisa-bisanya berkata diluar batas entah apapun sebutannya; main-main, senang-senang, refreshing, coba-coba, iseng-iseng, yang nasehatnya berpengaruh mengarah ke pengkhianatan sementara maupun permanen, mau itu disebut selingkuh fokus, hati, atau mungkin fisik. Sesuatu yang seharusnya bisa dipertanggung-jawabkan dengan dewasa, diceletukkan semudah itu tanpa rasa.
Jujur aja, sesering-seringnya saya jadi sampah curhatan, rasanya walau sebermasalah apapun urusan orang, saya ga pernah lancang ngasih mereka saran buat ninggalin pasangannya apalagi cari pelampiasan atau selingan. Jadi ya bisa diambil kesimpulan, emang cuma yang punya basic mental kutu loncat yang bakal ngasih motivasi ke orang lain biar hubungannya tambah cacat.
Ah.. kadang memang ada orang-orang dengan kelakuan ga penting yang ga perlu ditanggapi dengan reaksi.
Ya ya ya, memang kadang kehadiran orang-orang baru bisa saja "terlihat" lebih menarik, lebih seru, lebih lucu, lebih membuat bersemangat sementara waktu. Yang perlu diingat, rumput tetangga mungkin "terlihat" lebih hijau, tapi kalau hujan ya sama aja beceknya. Trus kalau itu rumput tetangga udah bisa jadi milik, apa lantas nantinya ente bisa ngatur hujan? atau ente mau terus-terusan ngiler liat rumput tetangga lainnya kalau halaman baru ente becek lagi? Jelas bukan solusi.
Jatuh cinta itu mudah, tapi untuk mempertahankannya hanya bersama satu orang yang itu-itu saja, untuk mengerti bahwa kecemburuan adalah salah satu ciri kestabilan hubungan, atau untuk menyadari bahwa betapa kekanak-kanakannya menyudahi sebuah hubungan hanya karena beralasan bosan, dibutuhkan sepasang pribadi dewasa yg berani berkomitmen. HAHA! rasanya ingin ikut terbahak - kalau bisa, tepat didepan biji matanya. Saya sih cukup tau aja. Seandainya mereka mengerti a friend should help you feel secure, not make you feel like you are constantly walking on egg shells, isn't? Apalagi untuk sebuah kontribusi nasihat besar yang didalam hubungan mereka dengan pasangan masing-masing sendiri aja (saat itu) belum jelas arahnya kemana. Oh ya jadi ingat, apa sebutannya? "Caliscaludam; Coba-lebih-sering-ngaca-luar-dalam" deh ya 😉👌 I might keep in silent when you guys treat me as a fucking idiot, but didn't ever get me wrong, I was not that fool anyway. I could have throw my crown on and remind you who you're dealing with, tapi rasanya ga perlu. Ingat taktik tinju? yang juara adalah yang mampu bertahan, bukan yang buang energi dengan liar mempertaruhkan segalanya hantam kanan-kiri sembarangan. Telak. Itu juga berlaku dalam rumus kehidupan.
Andai kalian tahu bagaimana saya berusaha mempertahankan, saya ragu kalian sanggup. Karena untuk semua itu, kalian perlu menjalani yang saya hadapi.
Tapi yang kalian harus tahu, hasrat ini bukan seperti lilin ulang tahun, yang mudah dipadamkan oleh hembusan hanya agar penonton bertepuk tangan.
Pertama,
Menikah itu komitmen jangka panjang. Bukan pilihan sederhana kalau ngebet menikah cuma gara-gara sudah lulus kuliah, apalagi karena temen-temen pada nikah. Menikah itu tentang kesamaan visi dan misi, keyakinan bahwa jika berdua segalanya akan lebih baik dalam konteks seperti apa, dan sudah matang kah kemampuan diri sendiri menjadi dan untuk membawa ketenangan bagi pasangan kelak. Bukan cuma karena dianggap sudah kenal bertahun-tahun lantas semuanya sudah baku membaur jadi satu kepala, dan bukan juga berarti ditahan berlama-lama karena hati belum mantap. Menunggu itu memang bukan pekerjaan menyenangkan, tapi terkadang yang disebut keberanian adalah kesabaran dengan penuh harap untuk mampu bertahan lebih lama sambil terus memperbaiki diri. Semua akan melangkah ke pelaminan pada akhirnya, tapi ga semua kisah perjalanannya sama, jadi hanya karena caranya berbeda bukan berarti hubungan ini tersesat. Bukankah jodoh sudah tertera meski dipercepat atau terlambat? Mungkin menunggu adalah hal berat, tapi ini bukan tentang menunggu tanpa kepastian, ini tentang menikmati masa berjalan hingga masa tunggu itu usai disaat tepat. Simply, Ini perkara perjanjian Tuhan, dengan waktu yang sudah ditentukan.
Kedua,
Bertahun-tahun itu terlewati karena fokus kami beda, masing-masing sepakat masih punya life-goals yang pengen dicapai sebelum memutuskan menikah, entah dengan siapapun itu pada akhirnya. Ada begitu banyak prioritas yang menjadi tanggung jawab bagi kami sebelum konsentrasi menjejaki pernikahan. Jadi ga melulu konsen "ngurus pacaran", atau kemana-mana mojok, lagipula selama komunikasi baik-baik aja, kenapa harus dicari-cari ga cocoknya? Toh kami bukan ga melakukan apa-apa, tapi restu orangtua tetap diatas segalanya. Apa sepantasnya ketika seorang anak perempuan yang masih bisa melakukan banyak hal selama berada disamping orangtua ketika mereka membutuhkan atas segala jerit payah yang mereka lakukan selama membesarkannya lantas semena-mena dia berhak tiba-tiba memohon ridho untuk dilepaskan kepada lelaki lain yang baru dikenal kemaren sore untuk hidup bersama selamanya? Apa kurang konyol ketika datang seorang anak lelaki pada ibunya setelah bertahun-tahun merantau demi memboyong seorang gadis pujaan tanpa sempat punya waktu menikmati bakti setelah kembali dari perjalanan menuntut ilmu dengan masa tunggu panjang yang diberikan ibunya dengan berjuang?
Apa yang salah dengan sedikit waktu untuk memantaskan diri, bagi seorang perempuan untuk menerima keikhlasan Ayah-Ibu sampai rela melepaskannya? atau bagi seorang anak lelaki yang tidak ingin datang dalam keadaan sembarang karena faham perempuan yang diperjuangkannya ini telah dibahagiakan mati-matian oleh orangtuanya.
Apa yang salah dengan kesediaan menunggu, bagi seorang perempuan ketika lelaki yang dinginkannya menjadi imam bagi dirinya untuk mempertanggung-jawabkan keluarganya terlebih dahulu? atau bagi seorang anak lelaki yang kelak ingin anak perempuannya juga diraih seorang pemuda dalam keadaan dan cara yang baik.
Dan alasan-alasan itu yang membuat kisah ini masih layak diteruskan.
Ketiga,
"Udahlah.. tinggalin aja, bangun hubungan baru sama orang lain yang masih bisa disusun dari awal lagi daripada nerusin yang sudah rumit begini. Ya bukan apa-apa sih kasian aja kalian stuck berdua." Mendesir rasanya ketika mendengar orang lain memberiku atau memberinya saran "menyudahi dengan singkat" hubungan yang kami bina. Setiap hubungan punya masalah, tapi bukan serta merta kemudian dengan mudahnya jalan pintas yang ditawarkan adalah memberi umpan salah satu diantaranya dengan pasangan baru. Gini lho, darimana bisa disebut solusi, ketika sebuah masalah yang menggantung ditimpa dengan memupuk akar masalah baru? Bukan sebal karena diingatkan masing-masing dari kita masih punya kesempatan memilih, dimana logikanya ketika seseorang bisa-bisanya berkata diluar batas entah apapun sebutannya; main-main, senang-senang, refreshing, coba-coba, iseng-iseng, yang nasehatnya berpengaruh mengarah ke pengkhianatan sementara maupun permanen, mau itu disebut selingkuh fokus, hati, atau mungkin fisik. Sesuatu yang seharusnya bisa dipertanggung-jawabkan dengan dewasa, diceletukkan semudah itu tanpa rasa.
Jujur aja, sesering-seringnya saya jadi sampah curhatan, rasanya walau sebermasalah apapun urusan orang, saya ga pernah lancang ngasih mereka saran buat ninggalin pasangannya apalagi cari pelampiasan atau selingan. Jadi ya bisa diambil kesimpulan, emang cuma yang punya basic mental kutu loncat yang bakal ngasih motivasi ke orang lain biar hubungannya tambah cacat.
Ah.. kadang memang ada orang-orang dengan kelakuan ga penting yang ga perlu ditanggapi dengan reaksi.
Mungkin justru suatu hari kisah ini jadi inspirasi, biar kemudian komentar mereka yang jadi saksi.
Ya ya ya, memang kadang kehadiran orang-orang baru bisa saja "terlihat" lebih menarik, lebih seru, lebih lucu, lebih membuat bersemangat sementara waktu. Yang perlu diingat, rumput tetangga mungkin "terlihat" lebih hijau, tapi kalau hujan ya sama aja beceknya. Trus kalau itu rumput tetangga udah bisa jadi milik, apa lantas nantinya ente bisa ngatur hujan? atau ente mau terus-terusan ngiler liat rumput tetangga lainnya kalau halaman baru ente becek lagi? Jelas bukan solusi.
Jatuh cinta itu mudah, tapi untuk mempertahankannya hanya bersama satu orang yang itu-itu saja, untuk mengerti bahwa kecemburuan adalah salah satu ciri kestabilan hubungan, atau untuk menyadari bahwa betapa kekanak-kanakannya menyudahi sebuah hubungan hanya karena beralasan bosan, dibutuhkan sepasang pribadi dewasa yg berani berkomitmen. HAHA! rasanya ingin ikut terbahak - kalau bisa, tepat didepan biji matanya. Saya sih cukup tau aja. Seandainya mereka mengerti a friend should help you feel secure, not make you feel like you are constantly walking on egg shells, isn't? Apalagi untuk sebuah kontribusi nasihat besar yang didalam hubungan mereka dengan pasangan masing-masing sendiri aja (saat itu) belum jelas arahnya kemana. Oh ya jadi ingat, apa sebutannya? "Caliscaludam; Coba-lebih-sering-ngaca-luar-dalam" deh ya 😉👌 I might keep in silent when you guys treat me as a fucking idiot, but didn't ever get me wrong, I was not that fool anyway. I could have throw my crown on and remind you who you're dealing with, tapi rasanya ga perlu. Ingat taktik tinju? yang juara adalah yang mampu bertahan, bukan yang buang energi dengan liar mempertaruhkan segalanya hantam kanan-kiri sembarangan. Telak. Itu juga berlaku dalam rumus kehidupan.
Andai kalian tahu bagaimana saya berusaha mempertahankan, saya ragu kalian sanggup. Karena untuk semua itu, kalian perlu menjalani yang saya hadapi.
Tapi yang kalian harus tahu, hasrat ini bukan seperti lilin ulang tahun, yang mudah dipadamkan oleh hembusan hanya agar penonton bertepuk tangan.
You gained so much by walking away from some people's thoughts that brought you to negatively.
Then life became beautiful, bright, and calm again. Got the lesson?
💛💛💛
Aku tak pergi, aku tak kemana-mana.
Aku tak pergi, aku tak kemana-mana.
Bila aku pernah tak kau lihat, mungkin aku hanya sedang tertimbun oleh kesenanganmu yang lainnya
Mungkin aku salah, mungkin kau juga.
Mungkin aku salah, mungkin kau juga.
Tapi tetaplah disini dan belajar memperbaiki bersama-sama lagi.
Bukankah kita jatuh cinta tanpa alasan?
Agar bila kelak tak lagi kita temukan alasan-alasan untuk saling mencintai,
kita juga tak punya alasan-alasan untuk saling meninggalkan.
kita juga tak punya alasan-alasan untuk saling meninggalkan.
Sekeras-kerasnya keras kepala kita,
Takkan pernah ada rasa ingin membenturkan semua ini, ke hati yang lain.
Tapi jika sempat terpikir untuk pergi, maka cobalah sejauh-jauhnya.
Sampai kita sadari bumi ini bulat, semakin pergi berlari semakin cepat pula mendekat.
Walau yang menyala, akhirnya padam juga. Yang terbit, juga akan terbenam.
Namun setidaknya hingga detik ini, kita ialah masih.
Karena terserah apapun pertanyaannya, tetap bagiku kau adalah sebuah jawab.
-UNTUK MATAMU, KHARISMA P LANANG-
Jangan dikira hubungan-jarak-jauh yang pernah kami alami bebas dari masalah-masalah alot yang memuakkan. Berawal dari pertemuan yang semakin terbatas, menimbulkan spekulasi kecurigaan yang perlahan meretas, hingga menciptakan tumpukan kecewa yang menebal jadi dinding pembatas. Percayalah, hubungan-jarak-jauh itu membosankan, bahkan kadang jenuhnya bisa sengaja dibuat-buat, mencari-cari alasan hingga tanpa disadari terjebak rasa bersalah karena membuat banyak hati justru malah ikut terlibat. Ya, hubungan-jarak-jauh menguji kesabaran ketika dua orang tidak pernah bisa menyelesaikan akumulasi masalah terpendam yang tak kunjung terbicarakan.
Ingat betul bagaimana awal hubungan kami mulai terlihat menjanjikan, ketika tepatnya sejak awal 2016 lalu terlihat tanda-tanda respon kedua orangtua hingga sedikit demi sedikit -meski terkadang dengan nada yang canggung- tapi secara sengaja mereka kerap mengangkat isu serius pembicaraan kearah rencana pernikahan. Mungkin seharusnya bagai secercah harapan seperti yang selama ini ditunggu-tunggu, seandainya kemudian yang terjadi diantara kami justru bukanlah tindakan mundur-maju.
Yap. Pernikahan itu nilainya setengah agama, karena begitu besar dan berharga, maka para setan mati-matian menghancurkan setengah agama tersebut-termasuk menggoda siapa saja yang hendak menikah. Bentuk godaannya macam-macam sekali, misalnya, menghadirkan seseorang di masa lalu, menjauhkan hati dari keinginan untuk menikah, memberikan peluang-peluang yang sebenarnya ujian, melemahkan kesetiaan dengan keragu-raguan, melalui pergaulan dan kesenangan selagi bebas berteman, mengiming-imingi kehidupan dengan belum bisa menikah demi karir, dan masih banyak lainnya.
Lelaki digoda pandangannya, perempuan digoda pendengarannya.
Itu kenapa hubungan-jarak-jauh lebih sulit bertahan, karena konon katanya diantara pasangan yang secara fisik berjauhan akan lebih mudah hatinya disusupi godaan menunda pernikahan.
Jadi ini pesannya; kalau hati ga kuat apalagi kalau masih lemah iman, jangan pernah coba-coba hubungan-jarak-jauh karena berpotensi menyebabkan serangan komplikasi hati dadakan dan emosi labil tingkat tinggi. Singkatnya, kalau perlu jangan pacaran dengan yang sejenisnya, Eh I mean that: jangan membuat hubungan dalam bentuk apapun sebutannya Pacaran kek, TTM kek, PHP kek, yang tidak termiliki sebelum waktunya. Loh kan saya juga pernah pacaran? Justru karena dulu nyobain pacaran, makanya sekarang saya saranin jangan. Termasuk hubungan "kakak-adek" tapi rajin berbalas chatting semacam lagi-dimana-mau-ikutan-ngumpul-ga-rame-kalo-kamu-ga-ada, kamu-udah-makan-cepet-makan-gih, udah-mandi-belom-ih-bau-acem, atau ajakan janjian telponan dengan obrolan sok nginggris asik diakhiri kode emoticon sok manis, atau ada lagi yang mau-maunya diciye-ciye-in karena boncengan kesana-kemari. Terdengar receh tapi benar ada(nya). Walau misalnya jelas si dia itu emang cuma tertarik sama kamu -apalagi kalau malah jelas-jelas saling tau dia sudah punya komitmen sama orang lain juga, serius deh, melibatkan diri dalam situasi seperti itu ga bikin derajat Anda lebih baik dari orang yang nerima ajakan pacaran. Yang statusnya pacaran aja bisa makan hati, apalagi yang gapunya status apa-apa, pilihannya cuma dua: kalau sampe ketauan bakal nyakitin hati orang, atau beresiko ujungnya patah hati sendiri.
Silahkan ditimbang dua kali, jangan lupa mikirnya pake hati nurani.
Sekali lagi, ingat. Saython dan kawanannya tidak mudah menyerah dalam menghancurkan sebuah rencana pernikahan.
Ok. Back to topic. Berdasarkan pengalaman yang pernah saya jalani, Pacaran disertai hubungan-jarak-jauh yang terlalu lama itu banyak keselnya, capek bok! Masalah yang sepele tapi berkelanjutan jadi ga mudah terurai logika karena selalu gabisa ngobrolin langsung berdua, sampai semuanya numpuk di dada tinggal nunggu meledak kayak bom waktu. Tantangan terbesar hubungan-jarak-jauh adalah kuat-kuatan nahan sabar menghadapi akumulasi masalah yang selalu tertunda penyelesaiannya karena ga kunjung terbicarakan. Keluhan yang paling sering saya ulang adalah "bisa gak kamu cari cara senang-senangnya yang bikin aku tenang?", dan kemudian berbalas pertanyaan serupa "kelakuan berbahaya aku yang mana sih yang bikin kamu ga bisa percaya?" gitu aja terus dari jaman hape blackberry sampe android, mungkin kalau saat itu bisa langsung muntahin uneg-uneg yang ada kita udah saling jambak-jambakan 💢💢 Lucunya, setiap punya waktu luang buat ketemu kami justru memilih untuk ga membahas hal-hal yang selama ini bikin ribut, yang ada malah adem ayem mesra macem kekasih tak terpisahkan bak film india. Pertanda bahwa ketika sedang bersama adalah cara tercepat untuk tetap merasa baik-baik saja, apapun masalahnya. Tsaaah~~
Positifnya, diantara jeda setiap punya masalah yang gabisa langsung dilampiaskan itu kita jadi punya waktu buat cooling down, ngademin kepala masing-masing, introspeksi-ngerasa bersalah-dan saling memaafkan. Bagi saya, hubungan ini banyak membuat saya belajar merubah prinsip kewanitaan yang umum selama ini. Teorinya, ketika masih single boleh berteman dengan siapa saja, dan hal ini agaknya kurang cocok buat saya, karena faktanya walaupun ramah lingkungan, saya adalah tipe manusia cuek dengan tampang jutek kebangetan kalau sama orang yang baru dikenal terutama lawan jenis, dan ini bikin saya sering banget dibilang sombong. Ya emang udah begini bawaan dari orok mau gimana?
Dulu, saya sering banget ga ngerespon atau tiba-tiba ilang waktu lagi diajak sms atau chat sama orang-orang yang menurut radar saya rada bau-bau modus, termasuk lah si Abang ini. Bukannya apa-apa, saya selektif karena saya malas berurusan sama cowok-cowok alay yang bisa bawa pengaruh besar bikin saya dikutuk orangtua karena saya masih dibawah naungan aturan Abah. Hanya yang berjiwa satria yang mampu menaklukan benteng ini hahahahaha itu juga ternyata butuh bertahun-tahun deng 😝
Dan berdasarkan teorinya lagi, kata orang, kalau pacaran perempuan itu jangan terlalu gampang dibujuk, awalnya saya setuju pendapat ini, tapi kemudian setelah menjalani hubungan ini saya justru jadi royal maaf hahahahaha bukannya apa-apa, selama ini saya merasa sudah terlalu banyak dia memaklumi segala keterbatasan yang saya punya, entah itu pembagian waktu luang yang minim, belum lagi tentang under rules-nya Abah, jadi ketika saya tambah dengan bumbu sok jual mahal, yang ada nanti malah saya jadi sombong beneran. Apalagi selama ini komunikasi kami selalu terjaga baik dan fast respon, dia juga ga pernah absen seharipun mantau kabar walau misalnya saya tau banget padahal dia lagi kesel sama saya, jadi kenapa saya harus belagak songong dengan sengaja ga nge-read pesannya selama 2-12 jam cuma karena lagi ngambek? Dan dalam prakteknya, saya rasa tipe perempuan yang mudah diajak baikan juga ternyata punya nilai plus buat dipertahanin wkwkwkwk
Sekali waktu pernah saya bertanya, apa yang bikin dia masih tetap bertahan, dia bilang tujuan utama saat ini adalah pernikahan yang membutuhkan pasangan yang saling menentramkan, dan bersama saya dia merasa jauh lebih tenang. Sebaliknya ketika dia bertanya kenapa saya masih betah menunggu kalau memang mulai meragu, saya jawab karena saya percaya hubungan ini bisa berjalan jauh bukan karena kebetulan, jadi ketika masih ada peluang saling memperbaiki kenapa harus berhenti berjuang?
Ya. Berjalannya waktu sedikit-banyak kami berdua mulai mengerti bahwa kejenuhan yang sempat dialami bukan karena pasangannya yang mulai terasa membosankan, berubah, atau terlupakan. Tapi karena sudah jenuh menghadapi diri sendiri yang belum juga punya kapasitas menggeser jarak yang jadi pembatas selama ini.
Mungkin memang saya yang masih kurang kalem, atau memang dia juga masih sering kebanyakan gaya.
Saat itulah kami mulai pasrah.
Tapi bukankah diantara kesulitan datangnya bersamaan dengan kemudahan?
Dipuncak banyak-banyaknya masalah dan keraguan itu, ketika saya punya kesempatan berangkat Umroh (baca disini) Abah berkali-kali mengingatkan ditempat-tempat mustajab disana untuk berhajat sebanyak-banyaknya termasuk sesuatu yang selama ini ga pernah dipinta. Jujur aja, saya hampir jarang berdoa tentang jodoh secara spesifik apalagi sampe nyebutin nama seseorang. Entahlah, kayak malu aja gitu padahal jelas-jelas Allah sudah tahu nama siapa yang tertulis buat saya di Lauhul Mahfudz. Sampai suatu hari pas lagi safari malam ke Jabal Rahmah sebenernya dihati udah niat pengen foto kertas bertulisan nama mumpung lagi disini, mengingat dia sudah sering ngirimin foto kertas corat-coret tiap naik gunung. Tapi setelah dipikir-pikir engga jadi ah, too mainstream 😂 Sampai dipuncak, tiba-tiba Abah bisikin "tulis ditemboknya khusus nama orang yang hati sheila mau panggil". What, apaan nih tumbenan? Dengan rada canggung karena sudah disodorin pulpen sambil didorong-dorong akhirnya setelah nemu space kosong tertulislah nama AHMAD KHOTIM disana. Pas mundur beberapa langkah sambil ngeliatin tulisan itu kok malah jadi awkward ya kayak yang alay gitu, akhirnya direvisi aja lah dibagian bawahnya ditambah-tambahin nama-nama ade-ade gue juga. Lah kan emang iya semuanya disayang hahahahaha
Manalah nyangka ga lebih dari 40 hari setelah pulang Umroh, itu orang beneran nongol kerumah bawa perwakilan kakak-kakaknya buat ngutarain lamaran. Ajiblah, sekali-kalinya naik gunung langsung sukses manggil jodoh. Ahay~
Pesan moral:
Kalau keluar rumah maka langkahkanlah kaki ketempat-tempat bermanfaat, jangan buat rame gegayaan cekakak-cekikik doang 😝😝
You will be amazed at how things magically fall into place when you let go of the illusion of control.
Patience is the key, even beautiful flowers take time to bloom.
❤❤❤
❤❤❤
-- AND TO BE CONTINUED --
Ya Allah, Sesungguhnya Baitullah ini rumah-Mu, Tanah mulia ini tanah haram-Mu, Negeri aman ini tempat berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka.
Wahai Tuhan yang memelihara Ka'bah, sesungguhnya kami ini adalah hamba-Mu dan anak dari Hamba-Mu, berdiri dibawah naungan pintu-Mu dan menundukkan wajah dihadapan kebesaran-Mu, mengharapkan rahmat-Mu, kasih-sayang-Mu, dan takut akan siksa-Mu.
Wahai Tuhan pemilik kebaikan yang abadi, kami memohon kepada-Mu agar Engkau tinggikan nama kami, perbaiki lah segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat.
Wahai Tuhan yang Maha Mulia, kami memohon bersihkan hati kami, ampunilah dosa kami, ringankanlah hisab kami, berilah cahaya kelak didalam kubur kami, dan kami memohon pada-Mu martabat yang tinggi didalam surga.
Wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun, kami memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, hati yang khusyu', lidah jujur yang gemar berdzikir, rizki yang luas dalam berkah halal yang didapat dengan cara yang baik.
Hindarkanlah kami dari kelalaian akan kewajiban kami, keyakinan yang goyah dengan rasa was-was, hati yang keliru, lidah yang pandai berkelit mengumpat dalam sembunyi, rizki yang telah dinikmati melalui perantara orang lain yang tak mampu kami balas budinya.
Sesungguhnya kami berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita kematian.
Wahai Tuhan Kami, golongkanlah kami dalam golongan orang-orang yang shalih, yang dengan kehendak-Mu keberuntungan senantiasa menyertai kami, rahmati lah kami dengan hidayah-Mu, meliputi taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, pandanglah kami dalam iba dengan kasih sayang-Mu.
Ya Allah, Wahai Tuhan kami. Sungguh tiada yang hebat merayu-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang kami sembunyikan dan segala amal perbuatan kami yang nyata, maka terimalah ratapan dan rintihan dalam doa-doa kami. Engkau Maha Mengetahui keperluan kami, maka mohon kabulkanlah permintaan kami.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Wahai Tuhan yang memelihara Ka'bah, sesungguhnya kami ini adalah hamba-Mu dan anak dari Hamba-Mu, berdiri dibawah naungan pintu-Mu dan menundukkan wajah dihadapan kebesaran-Mu, mengharapkan rahmat-Mu, kasih-sayang-Mu, dan takut akan siksa-Mu.
Wahai Tuhan pemilik kebaikan yang abadi, kami memohon kepada-Mu agar Engkau tinggikan nama kami, perbaiki lah segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat.
Wahai Tuhan yang Maha Mulia, kami memohon bersihkan hati kami, ampunilah dosa kami, ringankanlah hisab kami, berilah cahaya kelak didalam kubur kami, dan kami memohon pada-Mu martabat yang tinggi didalam surga.
Wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun, kami memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, hati yang khusyu', lidah jujur yang gemar berdzikir, rizki yang luas dalam berkah halal yang didapat dengan cara yang baik.
Hindarkanlah kami dari kelalaian akan kewajiban kami, keyakinan yang goyah dengan rasa was-was, hati yang keliru, lidah yang pandai berkelit mengumpat dalam sembunyi, rizki yang telah dinikmati melalui perantara orang lain yang tak mampu kami balas budinya.
Sesungguhnya kami berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita kematian.
Wahai Tuhan Kami, golongkanlah kami dalam golongan orang-orang yang shalih, yang dengan kehendak-Mu keberuntungan senantiasa menyertai kami, rahmati lah kami dengan hidayah-Mu, meliputi taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, pandanglah kami dalam iba dengan kasih sayang-Mu.
Ya Allah, Wahai Tuhan kami. Sungguh tiada yang hebat merayu-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang kami sembunyikan dan segala amal perbuatan kami yang nyata, maka terimalah ratapan dan rintihan dalam doa-doa kami. Engkau Maha Mengetahui keperluan kami, maka mohon kabulkanlah permintaan kami.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Assalamualaikum gaes...
Make a long jump back to 2015, yang lumayan struggled and tangled banget hampir bagi semua orang disekeliling gue. Terasa panjang, terasa lelah, rada ngebatin, dan hot kayak balsem Geliga. Engga, bukan efek "panas" karena baru pindah ke Bekasi, tapi emang kayaknya 2015 adalah tahun yang sangat menantang mental, re-charge Iman banget, khususnya sih gue pribadi dalam menghadapi beberapa personal relations dalam lingkungan gue. Banyak tangis, harap, doa, unforgettable memories, pahit-pahit yang Alhamdulillah bisa keleten dengan akal sehat meskipun banyak petikan hikmah-hikmah nyangkut yang terus jadi bahan observasi sangkut-paut efeknya sekarang.
Life isn't hard, it's just uneasy. Harap bersabar, ini ujian.. Selama masih bisa senyum, menutupi semuanya bersikap baik-baik saja, satu-satunya hal yang bikin gue tetap bertahan ga boleh ngeluh, apalagi blow up sana-sini memprihatinkan. Ya, saat itu. Tapi hari ini, ketika semuanya sudah lewat plong bagai kentut baru gue tau kapasitas diri gue memang mampu meredam semua seperti janji Allah "Allah never puts us for something we can't handle". 🙌
Di awal tahun yang gue inget adalah tahun pertama tinggal berdomisili di Bekasi. Setelah insiden pulang dari Jogja tahun lalu, di Tahun 2015 si Abang mencoba peruntungan cintanya lagi, bulan Februari dia akhirnya dateng kerumah Bekasi, kali ini sama kakaknya dengan tujuan nganter undangan dan baju seragam buat gue di kawinan kakaknya, tapi langsung di skakmat sama Abah, "Insya Allah hadir kalau ga ada halangan, tapi Shela gausah dilibatin jadi panitia ya, nanti malah ngerepotin keluarga di Cilegon" What? Kok jadi gue yang dibilang ngerepotin zzzzz sa ae alasannya si bosque. Untung itu seragam yang udah dibawain kagak ditagih balik 😪
My very first time landed at Cilegon.
Bulan Maret tepat tanggal 1 ternyata Abah nepatin janji mau jauh-jauh kondangan pertama kalinya menjejakkan kaki di Cilegon berangkat dari rumah pagi-pagi (itu juga pake segala kejebak macet sama nyasar di BSD) walaupun ga keburu hadir pas akad but at least nongol lah~
Yang bikin idung kita kembang kempis ke-geer-an akankah ini pertanda hubungan ini mulai direstui dengan adanya kunjungan balik. hahahahaha NGAREP. yaemang. karena ternyata tetep aja ga sesimpel itu pemirsah.
Mohon bersabar, kisah ini ga berakhir pendek.
Maret kali ini, LDR saat ulang tahun untuk kesekian kalinya. Ya ya Maret terakhir bisa ulang tahun bareng si Abang tahun 2013, tepatnya ulang tahun ke-21 sehari setelah gue yudisium.
Sebenernya biasa aja sih kita berdua bukan penganut harus raya-raya-an hari tertentu termasuk ulang tahun atau anniversarry, ya paling sebatas reminder aja. But seems March likes me so much! Uh... at least this year.
![]() |
| Terimakasih ga pernah absen dalam mendoakan 😊 |
Kunjungan keluarga Banjar.
Masih di bulan yang sama, untuk pertama kalinya Nini datang berkunjung ke rumah Bekasi sekaligus transit mengantar Ciyaya dan keluarga yang liburan ke Korea. Sebenernya mupeng berat sih, kepengen juga ke Korea karna waktu itu lagi nge-trend, etapi mahal hiks, kalo sekarang sih kayaknya hayuk aja berani kalau ada yang ngajakin backpackeran ke Korea 😏
Rada lebay sih, yang berangkat ke Korea cuma berlima yang nganter berlapan 😂😂 sebenernya sih gegara sekalian jemput nini, tradisi nyonya besar tiap berkunjung kan emang gitu harus disambut seturunan, segini baru dua generasi. Jadilah macem kayak rombongan orang pengen mudik 😪
![]() |
| Dari semua oleh-oleh cuma ini yang kefikiran difoto, soale aseli uenaaaqq! |
Selama rangorang pada ke Korea, Nini sempat stay di Bekasi sekitar dua minggu-an lebih, yang seinget gue juga pertama kalinya akhirnya Nini kenalan sama si Abang karena waktu itu ada momen apa ya lupa hahahahaha. Nini hari itu spesial masak makanan khas Banjar "Masak Habang", abis itu gue disuruh nganter kedepan, trus pas gue balik lagi nini nanya: Loh, kok balik lagi? Ga nemenin disana?. Masalahnya ga banyak orang tau kalau akan sangat awkward ketika gue berada di satu tempat antara si Abang sama Abah. Beresiko terlalu risih. Dan bener aja waktu si Abang pulang, Nini mengulangi pertanyaan yang sama ke Abah: "Kok Shela-nya ga ada ngobrol sih sama pacarnya?", and you know what, jawaban Abah simple dengan muka datar: "Lah, kan kemari urusannya mau ngobrol sama Bapaknya, ngapain anaknya ikut muncul-muncul" BAHAHAHAHAHAHAH. Nah kan sudah kuduga 😅.
dan sejak saat itu, setiap kali si Abang kerumah walau sudah menempuh jarak antar galaksi Cilegon-Bekasi, janganlah pernah berharap bakal bisa ngapelin gue, karena nyatanya ritual ngobrol sama calon mertua yang biasanya berupa Muqoddimah sebelum ngajak si pacar pergi hanyalah mitos bagi Abah, kalau udah beres urusan ngobrol sama Abah ya selanjutnya diakhiri dengan salam pamit. hahahahahahaha.
Setelah itu si Abang mulai pede kayaknya lumayan rutin mampir kerumah, adalah sebulan-dua bulan sekali doi nongol, mungkin kecanduan ngobrol sama Abah, sampe lama-lama biasa aja gitu kalo dia dateng gue ga harus caper nongol-nongolin diri soalnya emang dia juga kagak nyariin 😑.
APRIL. Ketika orangtua sakit, tapi lo ga bisa berbuat banyak...
Untuk pertama kalinya, Abah sakit benar-benar drop, biasanya Abah lincah silaturrahmi kemana-kemana tiba-tiba kena serangan asam urat yang bikin pinggang sampai kaki kirinya sulit buat berdiri. Ah sedihlah. Dan yang lebih menyedihkan lagi waktu itu bertepatan dengan jadwal beberapa hari lagi Abah harus berangkat ngawal jamaah Umroh, bahkan sehari sebelum berangkat sampe beli kursi tongkat buat dibawa ke Mekkah. Ya Allah... setiap inget momen itu selalu jleb bahwa walaupun dalam keadaan kayak gitu Abah masih harus memenuhi banyak tanggung jawab dan sebagai anak pertama gue ngerasa ga berguna karena ga bisa apa-apa sampai kepikiran seandainya gue terlahir jadi anak lelaki mungkin keberadaan gue masih bisa diandalkan Abah disituasi begini. Buat sebagian orang, ah lebay banget sih! Ya mungkin beberapa diantara kalian ga pernah tau rasanya ketika menghadapi orangtua sakit yang bikin kondisi fisik dan mentalnya banyak berubah. Ada kecemasan. Ada trauma. Dan empati itu ga bisa diceritakan dengan kata-kata.
Abah berangkat Umroh berbarengan dengan beberapa grup lain dengan agenda perjalanan awal transit via Oman, Abah masih sering berkabar karena katanya di Oman open Wifi dimana-mana. Waktu tiba di Saudi, kadang kontaknya lancar kadang engga yang akhirnya tanpa sepengetahuan Abah kadang gue kontak tour leader grup lain buat mantau keadaan Abah, udah minum obat atau belum dll. Sediiih banget waktu Abah kirim foto selepas tawaf pakai kursi roda tapi ya gitu lah Abah, selalu mengajarkan kami supaya tetap ceria walaupun lagi kepayahan. Abah tetap masih bisa cerita banyak hal dengan kocak dan ketawa-ketawa. Seperti biasa setiap Abah berangkat umroh Abah selalu telpon kalau lagi di Raudhah atau pun didepan Ka'bah, "mau titip doa apa", katanya kali ini. Ga ada doa lain yang kami harapkan selain kepulihan kesehatan Abah dan pulang kembali ke tanah air dengan selamat. Inget banget Abah waktu itu ngasih balasan emot senyum.
Selepas agenda umroh selesai, rute perjalanan Abah beda dengan grup lainnya, transit via Kuwait, beda waktu di Oman, kali ini di Kuwait dari landing dan selama proses imigrasi di airport benar-benar ga ada kabar sampai akhirnya tiba di hotel dan sempat video call sebentar, itu pun sinyalnya putus-putus. Waktu perjalanan pulang ke Indonesia sempat ada kendala kerusakan pesawat yang bikin pesawat katanya harus transit tanpa turun pesawat selama sejam di Malaysia. Dirumah sempat panik karena jadwal pesawat yang harusnya tiba jam berapa, sampai jam berapa masih aja belum ada kabar sampai akhirnya ngecek via traffic bandara. Totally worry! Oh gitu rasanya mungkin waktu orangtua panik deg-deg-an cemas dan khawatir kalau anaknya pulang telat, kalau hp anaknya mati ga bisa dihubungi, apalagi kalau anaknya ketauan nge-bohong bilang kemana padahal kemana. Hmm...
Semoga Allah senantiasa melindungi orangtua kita sebagaimana mereka menjadi pelindung bagi kita selama ini, dan semoga Allah menjadikan kita anak yang membanggakan mereka sebagaimana mereka selalu membanggakan kita di dalam hatinya.
JUNI. Finally she was graduated!
Ah... akhirnya, setelah berbulan-bulan terakhir yang melelahkan buat Rismadila Ulfah bolak-balik bimbingan Bekasi-Bogor berangkat subuh pulang malem bahkan kadang sampe nginep dirumah temen kalau ada jadwal kuliah, itu pun udah sering banget bolos minta absenin temen, belum lagi pengajuan susulan atau via online setiap ada kuis atau ujian. Duh kasian deh pokoknya. Akhirnya dia bisa lega menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Mahasiswi sampai garis akhir. I'm so proud of her!
Sehari sebelum wisuda, dia (dan gue) masih harus berjuang ke Bogor H-1 buat hadir Gladi Resik sekaligus nyari tempat berteduh menginap karena besok ga mungkin sesubuhan nge-bis pake kebaya plus highheels dari Bekasi. Btw, kalau pembaca bertanya-tanya kenapa gue ikutan nginep di Bogor juga; Yaaa.. dipikir aja emang dia bisa dandan dan hijab-an sendiri tanpa campur tangan kreatif gue?
![]() |
| MUA-HIJAB DO-WARDROBE by ME! She was wearing mine from top to toe, as you know yeah~ |
16 Juni 2016.
Nginep dan nebeng sama Efa Celia Latjuba, akhirnya kami tiba dengan cantique di Puri Begawan. Dan setelah prosesi panjang akhrinya tiba saat pemindahan kuncir, gue tau dia celingak-celinguk nyariin Abah, Mama, and the kiddos, tapi sayangnya Abah ngabarin gue kalau beliau masih on the way karena macet dan kesiangan berangkat. Hedeh. Setelah namanya dipanggil buat proses pindah kuncir, ya pastilah gue sebagai the one and only yang pertama meluk dia, terharu, kita nangis-nangisan berdua so sweet, bukan apa-apa sih, I knew exactly how she felt di momen penting kayak gini 😭😭. Tapi ga lama Abah dateng kok, Alhamdulillah ga mengurangi kebahagiaan kami semuanya berjalan lancar dan tetap memorable. Sepulangnya dari acara wisudaan sempet muter-muter jalan-jalan keliling Bogor, nostalgia ceritanya tang-mentang udah pindah kewarganegaraan ke Luar Angkasa. hahahahahaha
REUMANK, apa kabar?
Udah lama kebangetan kayaknya ga pernah ceritain tentang makhluk-makhluk abstrak ini lagi di blog gue, jarak membentang buat gue untuk bercengkrama fisik sama mereka, sekali-sekali ketemu pun ga pernah komplit-komplit banget. Akhirnya karena panggilan kerinduan djiwa (halah) dan panggilan kenikmatan cucurak, menjelang Ramadhan kita temu kangen yang dibumbui tjurhat kegalau-galau-an masing-masing. Ada yang waktu itu baru putus, ada yang sharing ngatur strategi pedekate sama orangtua pacar, ada yang lagi ngambek sama pacarnya hahahaha duh sungut, bukain aja aib orang teroooss 😝
Tapi asal tau ya manteman, gue berangkat sepagi buta, dijemput Abang Gojek dari Cilandak-Bekasi dan harus menempuh Bekasi-Gunung Putri yang walau bertetangga tapi jalannya ngajak musuhan banget hingga tiba di Cibinong dengan selamat! Udah gitu ba'da Ashar pun langsung cuss pulang biar sampe rumah jam 5 teng seperti biasa. Kalau udah inget yang begini-begini suka terharu tiba-tiba atas perjuangan si Abang demi Incess Cinderella. (Seandainya kamu baca) Makasih selalu menjaga dan bertanggung jawab selama ini ya... Elepyu to the moon and back for thousand times 💕
REUMANK, apa kabar?
Udah lama kebangetan kayaknya ga pernah ceritain tentang makhluk-makhluk abstrak ini lagi di blog gue, jarak membentang buat gue untuk bercengkrama fisik sama mereka, sekali-sekali ketemu pun ga pernah komplit-komplit banget. Akhirnya karena panggilan kerinduan djiwa (halah) dan panggilan kenikmatan cucurak, menjelang Ramadhan kita temu kangen yang dibumbui tjurhat kegalau-galau-an masing-masing. Ada yang waktu itu baru putus, ada yang sharing ngatur strategi pedekate sama orangtua pacar, ada yang lagi ngambek sama pacarnya hahahaha duh sungut, bukain aja aib orang teroooss 😝
Tapi asal tau ya manteman, gue berangkat sepagi buta, dijemput Abang Gojek dari Cilandak-Bekasi dan harus menempuh Bekasi-Gunung Putri yang walau bertetangga tapi jalannya ngajak musuhan banget hingga tiba di Cibinong dengan selamat! Udah gitu ba'da Ashar pun langsung cuss pulang biar sampe rumah jam 5 teng seperti biasa. Kalau udah inget yang begini-begini suka terharu tiba-tiba atas perjuangan si Abang demi Incess Cinderella. (Seandainya kamu baca) Makasih selalu menjaga dan bertanggung jawab selama ini ya... Elepyu to the moon and back for thousand times 💕
.....dan entahlah sebulan kemudian ternyata kita ketemuan lagi, masih dengan segala drama, iyalah iyadong disetiap reuni Reumank selalu ada yang dibikin baper! Hahahahaha Tapi kita tetap rame aja macem pasar malem kebakaran. Berisik. Kali ini ada mini Reumank pertama yang lagi training ikutan geng sungut ngumpul. Almashyira Tsabita Maharani. Sekarang sih si mini Reumank nya udah jadi senior dengan beberapa calon junior. Member Reumank berkembang biak cuy sekarang, berbahagialah hobaaah~
![]() |
| and here as bonus, Senyum pejuang LDR biar tetap semangat wkwkwkwk |
I am back, long time no write whoa! there's so many untold stories and here I decided to look back what I had been through lately (actually from about more over 2 years ago) since I never shared anything here, yeah sorry 😪
Okay, pertama, mungkin gue akan ngerubah beberapa tag/label yang menurut gue terlalu remaja kekinian mengingat sekarang gue udah berstatus emak-emak ha ha ha! Dan perlu menata ulang postingan-postingan yang terlalu alay untuk di nostalgia kan (awalnya malah pengen nutup akun blog ini dan move on bikin blog baru tapi apalah daya males banget nata layout dll dari awal lagi zzzzz)
Kedua, gue sempet bingung cerita kehidupan gue darimana yak, hahahahaha last time I shared about my daily life sekitar tahun 2014-an, waktu masih unyu-unyu pake seragam Garuda Indonesia dan sering nyempetin scrolling-scrolling blog sampe jam pulang tiba wqwqwq! Well, gue berenti kerja dari Garuda Indonesia sekitar bulan Maret 2014 lampau setelah mengalami kecelakaan yang (lumayan) parah waktu bawa motor berangkat kerja, jatoh terguling-guling kayak pelem India, bedanya, kalau India dirumput-rumput sama aktor tamfan, lah gue keselip ban motor dibawah konstruksi flyover jalan berlubang yang lagi becek. Ah... sudahlah, jangan dibayangkan. Jangan ditanya juga sakitnya kek apa. Dampaknya gue harus pemulihan engsel siku yang lepas dan tulang tangan kiri yang retak selama kurang lebih sebulan.
![]() |
| Membutuhkan jiwa setrong sejati untuk memperjuangkan tangan Hulk ini kembali normal lagi, halah.. |
WENT TO JOGJA! Met the Gudeg and friends...
Ok back to the main story, setelah mulai pulih, bulan Juni atau Juli akhirnya disepakati gue kembali dipanggil pulang lagi dengan bonus jalan-jalan ke Jogja dulu. Hmm 10 hari kalau ga salah inget sih. Tentu saja dengan itinerrary yang sangat padat
Here's few of pictures on the camera left,
| Dibalik foto outdoor yang bagus dan penampilan yang kece, terdapat ketek yang becek, percayalah~ |
Ini ke Prambanan gue inget banget boncengan konvoy motoran berempat, sama sih kayak ke Merapi juga cuma motoran, tapi kalo pas ke Merapi cuacanya adem banget karena naik gunung, sementara rute Prambanan ke arah kota. Panas. Udah gitu sampe Prambanan kita naik mobil city tour ke Ratu Boko, pas pergi sih mobilnya kosong, pas pulang ebuset udah nunggu jemputannya lama penuh pula, akhirnya malah pangku-pangku-an. Makanya pas foto-foto balik ke Prambanan penampakan udah ga ada ekspresi, lutut gemeteran shay 😓
| Pantai Sadranan, bawa baju selembar-lembarnya, basah, pulangnya mampir Amplaz dulu, beli baju soalnya masuk angin 😷 |
Thanks to Aa Agis, Ade Irmi, Adewi, Cidadah, Janita
(Another) Hijrah~
And the last, 2014 sebagai tahun terakhir tinggal di rumah Bogor, Bulan Oktober 2014 akhirnya kami sekeluarga memutuskan pindah ke Bekasi yang kemudian disusul awal tahun 2015 rumah di Bogor laku. Bye Bogor thanks for being so friendly to me and family 🙏
Selain itu kayaknya 2014 ga ada sesuatu yang memorable banget lagi sih kalau gue inget-inget hahahahaha
See you on another journey in the next year!
Kenapa gue nulis judul gitu? karenaaaaa.. masih tergila-gila baca novel KENING-nya Fitri Tropica.
Sumpah keren bangeeeeeeeeeettt ! Ketawa-Ngakak-Nangis-Sesunggukan pas baca. buku ini BAGUS banget.
Sumpah keren bangeeeeeeeeeettt ! Ketawa-Ngakak-Nangis-Sesunggukan pas baca. buku ini BAGUS banget.
**Taraaaa.. ini dia penampakan bukunya :)
BARU SEMPET POSTING NIHHH....
mau nge-post berita PALING PENTING : GW LULUS SMA!!!!
haha.... *asoy geboyy dahh....*
tinggal nunggu ijazah dan TARRRRAAAAAAA.....
gw menjelma jadipengangguran. mahasiswi.
*tuing.. tuingg...*
THANKS GOD!!!!
okkehh... berawal dari suratgajelas yang gw terima dari seorang titisan dewa pihak sekolah yang menyatakan bahwa....
ANDA LULUS UJIAN NASIONAL.
dan...... membuat gw termehekk2 ngebacanya. *eh, engga segitunya juga sihh.*
yang pasti gw bisa nafasss lagi. jantung gw bisa berdetak lagi. (baca : dengan normal).
selamat tinggal rok abu2. *I'll (not) miss u...* dan teman2 kuuuu...
huhuhuhuhuhuhuhuhuuuu......
dan..... inilah kutipan isi suratgajelas tersebut:
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2007 tanggal 5 November 2008 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008/2009,maka menetapkan putra/putri saudara:
Nama : RUSELLA HELDAYANI
Nomor Peserta : 02-069-013-4
Kelas/Program : XII / IPS
Memperoleh :
• Nilai UN : 46,40
Bahasa Indonesia : 7,20
Bahasa Inggris : 8,20
Matematika : 9,25
Ekonomi : 7,50
Sosiologi : 7,00
Geografi : 7,25
• Nilai UAS : 53,14
Pendidikan Agama Islam : 8,20
Pendidikan KewargaNegaraan : 7,50
Teknologi Informasi dan Komunikasi : 7,50
Sejarah : 8,20
Pendidikan Lingkungan Hidup : 8,37
Bahasa Arab : 6,50
Bahasa Sunda : 7,00
• Nilai Praktik : 48,50
Pendidikan Agama Islam : 8,50
Bahasa Indonesia : 8,00
Bahasa Inggris : 8,00
Penjaskes : 8,00
Kesenian : 7,00
Teknologi Informasi dan Komunikasi : 9,00
// TOTAL NILAI : 148,04 //
Dengan ini Dinyatakan :
LULUS / TIDAK LULUS *)
Dalam Mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2008/2009 yang diselenggarakan pada tanggal
20 s/d 24 April dan 4 s/d 7 Mei 2009.
nyahahhaaaahaaaa... gw lulus cuuuyyy!!!
asikk. assikk.
apalagi pas liat nilai matematika gw. ebuset. syokk gw!!!
giling. hampir sempurna.
*haha... bangga.*
padahal pas ngerjain, liat soalnya ajja udda settreess. dalem ati : mampuss gw!!! jeblokkjeblokk dehh.
tapi ternyata....... hahaha...
makasiii....makasiii...TUHAN!!!!! *nyembah2*
tapi gw sempetkecewa membelalakkan mata *sampe mata gw mau copot* pas liat nilai bhs.arab gw.
Beuhhhh... pa muhayar sensi bangedd dahh ama gw.
amsorri pa... tapi engga usah segitunya kaleee...
yasudla... yang penting gw lulus. haha. yippie.
hiphiphurraiii...

My
Always With You...
mau nge-post berita PALING PENTING : GW LULUS SMA!!!!
haha.... *asoy geboyy dahh....*
tinggal nunggu ijazah dan TARRRRAAAAAAA.....
gw menjelma jadi
*tuing.. tuingg...*
THANKS GOD!!!!
okkehh... berawal dari surat
ANDA LULUS UJIAN NASIONAL.
dan...... membuat gw termehekk2 ngebacanya. *eh, engga segitunya juga sihh.*
yang pasti gw bisa nafasss lagi. jantung gw bisa berdetak lagi. (baca : dengan normal).
selamat tinggal rok abu2. *I'll (not) miss u...* dan teman2 kuuuu...
huhuhuhuhuhuhuhuhuuuu......
dan..... inilah kutipan isi surat
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2007 tanggal 5 November 2008 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008/2009,maka menetapkan putra/putri saudara:
Nama : RUSELLA HELDAYANI
Nomor Peserta : 02-069-013-4
Kelas/Program : XII / IPS
Memperoleh :
• Nilai UN : 46,40
Bahasa Inggris : 8,20
Matematika : 9,25
Ekonomi : 7,50
Sosiologi : 7,00
Geografi : 7,25
• Nilai UAS : 53,14
Pendidikan KewargaNegaraan : 7,50
Teknologi Informasi dan Komunikasi : 7,50
Sejarah : 8,20
Pendidikan Lingkungan Hidup : 8,37
Bahasa Arab : 6,50
Bahasa Sunda : 7,00
• Nilai Praktik : 48,50
Bahasa Indonesia : 8,00
Bahasa Inggris : 8,00
Penjaskes : 8,00
Kesenian : 7,00
Teknologi Informasi dan Komunikasi : 9,00
// TOTAL NILAI : 148,04 //
Dengan ini Dinyatakan :
Dalam Mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2008/2009 yang diselenggarakan pada tanggal
20 s/d 24 April dan 4 s/d 7 Mei 2009.
nyahahhaaaahaaaa... gw lulus cuuuyyy!!!
asikk. assikk.
apalagi pas liat nilai matematika gw. ebuset. syokk gw!!!
giling. hampir sempurna.
*haha... bangga.*
padahal pas ngerjain, liat soalnya ajja udda settreess. dalem ati : mampuss gw!!! jeblokkjeblokk dehh.
tapi ternyata....... hahaha...
makasiii....makasiii...TUHAN!!!!! *nyembah2*
tapi gw sempet
Beuhhhh... pa muhayar sensi bangedd dahh ama gw.
amsorri pa... tapi engga usah segitunya kaleee...
yasudla... yang penting gw lulus. haha. yippie.
hiphiphurraiii...

My























